Blog Adat Tradisional

8 Alat Musik Tradisional Banten, Nama, Gambar, dan Penjelasannya

Alat Musik Tradisional / Banten memang tak bisa dilepaskan dari sejarah panjang perkembangan kebudayaan Islam di Indonesia. Provinsi yang terletak di ujung Barat pulau Jawa ini menjadi saksi kejayaan Islam Nusantara di masa silam. Dalam perjalanan sejarahnya, sebagai kota pelabuhan, Banten tidak bisa menolak datangnya beragam budaya dari luar daerah. Kendati begitu, masyarakat Banten sendiri terbukti tangguh dalam mempertahankan budaya asli nenek moyangnya seperti yang bisa kita lihat dengan tetap lestarinya beberapa alat musik tradisional Banten yang masih sering dimainkan hingga saat ini.

Alat Musik Tradisional Banten

Tidak banyak jenis alat musik tradisional Banten yang tercatat dalam sejarah yang memang murni berasal dari budaya Banten yang asli. Kendati demikian, beberapa di antaranya justru menjadi pionir dan ditiru oleh masyarakat suku lainnya di nusantara. Salah satu contohnya adalah bedug.

Alat Musik Tradisional Banten

1. Alat Musik Bedug

Sebelum budaya dan agama Islam masuk ke Indonesia, bedug telah lebih dulu dikenal oleh masyarakat Banten sebagai gendang tradisional dan sarana komunikasi. Dahulunya bedug Banten dimainkan dalam seni rampak Bedug atau seni memainkan bedug secara bersama-sama.

Bedug Banten tidak berbeda dengan bedug yang selama ini kita kenal. Ia terbuat dari bahan kayu besar yang berongga di bagian tengahnya dan diberi membran berupa kulit sapi atau kerbau di salah satu sisinya. Untuk merenggangkan membran, tali dan pasak dipasang secara kuat sehingga saat dipukul, bedug bisa menghasilkan suara yang lebih keras.

Setelah budaya dan agama Islam masuk, alat musik tradisional Banten ini kemudian beralih fungsi menjadi sarana penunjuk masuknya waktu sholat untuk umat muslim. Kebiasaan menggunakan bedug tersebut kemudian menyebar ke seluruh masyarakat Melayu di daerah lainnya yang telah memeluk agama Islam.
Baca Juga : Pakaian Adat Banten

2. Alat Musik Angklung Buhun

Angklung tidak hanya dikenal sebagai alat musik tradisional Jawa Barat. Di Kabupaten Lebak, angklung juga menjadi instrumen yang telah lama ada dalam kebudayaan masyarakat Baduy. Nama angkung di daerah ini adalah angklung Buhun. Ia dimainkan dengan cara digoyang-goyangkan sambil menari dalam upacara seren taun atau ritual adat lainnya. Saat ini angklung buhun mulai kembali dilestarikan dan diajarkan pada anak-anak usia sekolah.

Alat Musik Tradisional Banten

3. Alat Musik Dogdog Lonjor

Dinamakan Dogdog lonjor karena alat musik tradisional Banten Selatan ini menghasilkan bunyi dog-dog saat dimainkan. Sementara lonjor sendiri dalam bahasa Banten berarti panjang, sesuai dengan bentuknya yang panjang hampir 1 meter.

Dog-dog lonjor terbuat dari batang kayu berdiameter 20 sampai 30 cm yang berongga di bagian tengahnya. Di salah satu ujung rongga ditutup dengan kulit hewan sebagai membrannya. Semakin renggang membran kulit hewan yang dipasang, maka semakin nyaring pula bunyi instrumen ini saat dimainkan. Dog dog lonjor biasanya dimainkan secara bersama-sama dalam upacara seren taun bersama angklung buhun atau sebagai pengiring lagu-lagu daerah Banten.
Baca Juga : Alat Musik Tradisional NTB

4. Alat Musik Pantun Bambu

Pantun Bambu adalah jenis alat musik tradisional Banten yang dibuat dari bahan bambu. Bambu yang menjadi resonator dalam instrumen ini biasanya berdiameter 10 cm dengan panjang 80 cm. Sebagai penghasil bunyi, dalam alat musik ini dipasangi 3 senar yang terbuat dari sembilu (kulit bambu). Kendati memiliki senar, instrumen ini tidak dimainkan dengan cara dipetik atau digesek, melainkan dipukul menggunakan tangkai khusus.

Dahulunya, pantun bambu dimainkan sebagai sarana hiburan pelepas lelah para petani saat beristirahat di gubuk atau saung setelah seharian bekerja. Namun, dalam perkembangannya, instrumen ini telah banyak dikolaborasikan dengan alat musik lainnya seperti patingtug, rudat, terbang gede untuk mengiringi tari-tarian daerah dan lagu daerah Banten.

Alat Musik Tradisional Banten

5. Alat Musik Lesung atau Lisung

Lesung dan alu sejatinya memiliki fungsi utama sebagai alat penumbuk padi di masa silam. Akan tetapi, bunyi-bunyian unik yang dihasilkan saat alu bertumbuk dengan lesung, terlebih bila digunakan secara bersamaan, alat rumah tangga ini kemudian beralih fungsi menjadi alat musik tradisional. Instrumen yang mengasilkan bunyi-bunyian ritmis ini biasanya dimainkan dalam upacara penyambutan pesta panen.

Nah, itulah beberapa alat musik tradisional Banten dan penjelasannya. Sebetulnya, masih banyak jenis alat musik lainnya yang terdapat dalam budaya Banten, hanya saja kelima alat musik di ataslah yang diperkirakan murni berasal dari budaya Banten yang asli. Semoga bermanfaat!
Memberikan G+ atau Like adalah cara terbaik Anda untuk mensuport kami!

0 Response to "8 Alat Musik Tradisional Banten, Nama, Gambar, dan Penjelasannya"